Tipu Daya Iblis Untuk Menyesatkan Manusia

0
24

Di antara beberapa bahaya yang akan menimpa manusia adalah ketika manusia tersebut sudah membuka pintu yang akan menghubungkan dirinya dengan setan dan jin jahat. Ini sangat berbahaya karena jin dan setan itu akan menguasai dirinya.

Manusia yang mengaku nabi atau rasul juga para pemimpin dengan aliran sesatnya adalah manusia-manusia setan. Ini adalah setan yang berwujud manusia. Setan-setan dari kalangan manusia ini memang sudah ada sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.

Mereka bahkan menjadi musuh bagi para nabi sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al qur’an surat al-An’am ayat 112,

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan manusia dan jin sebahagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu.”

Riwayat Imam Ahmad pun menerangkan dalam hadits shahih dari Abu Dzar RA ia berkata; “Aku datang kepada Nabi SAW saat beliau berada di masjid. kemudian aku pun duduk. Dan beliau bertanya, ‘Wahai Abu Dzar apakah kamu sudah shalat?’ Aku jawab, ‘Belum. Beliau mengatakan, ‘Bangkit dan shalatlah.’ Akupun bangkit dan shalat kemudian aku duduk. Beliau lalu berkata, ‘Wahai Abu Dzar berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin.’ Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah apakah di kalangan manusia ada setan?’ Beliau menjawab, ‘Ya.'”

Yang dimaksud manusia setan yaitu manusia yang tidak ikhlas. Dan segala aktivitasnya bukan ditujukan untuk mendapatkan keridhaan dari Allah tapi untuk mendapatkan dunia, untuk mendapatkan  pujian  serta kekuasaan yang kemudian manusia tersebut masuk ke dalam perangkap  Iblis  yaitu  menghalangi  manusia  untuk  memilih  jalan  yang  lurus.

Sebagaimana kita tahu bahwa Iblis adalah musuh Allah SWT, seperti yang tertulis dalam Al-qur’an surah al-A’raf ayat 16-17, yang artinya:

“Karena Engkau telah menghukumi kami sesat, maka sungguh aku akan mengalangi manusia dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian akan aku datangi dari arah depan mereka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan dari mereka bersyukur (taat)”.

Dari  nukilan  ayat  tersebut  sangat  jelas  memberikan pengertian kepada kita semua umat manusia, bahwa iblis akan menghalangi manusia dari jalan Allah yang lurus. Mereka akan menghalangi manusia dari shirathal mustaqim.

Makna shirathal mustaqim yaitu jalan yang mengantarkan manusia kepada Allah Ta’ala, sesuai dengan risalah Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah yang berjudul Ighatsatul Lahfaan yang dibenarkan juga oleh para sahabat. Dan jalan inilah yang ingin diputus oleh Iblis la’natullah.

Iblis akan menggunakan empat langkah untuk menghalangi manusia menuju jalan yang lurus, yaitu:

1. Langkah pertama, Iblis akan mendatangi manusia dari arah depan. Berkata Hasan Al-Bashri ,”Maksudnya adalah dari sisi akhiratnya”. Yakni, Iblis akan mengilhamkan kepada Bani Adam agar ragu dengan hari kebangkitan, ragu dengan surga, ragu dengan neraka, dan ragu dengan perkara-perkara akhirat lainnya. Dan sulit kita gambarkan kerusakan yang akan terjadi kalau sampai misi ini berhasil.

2. Langkah kedua, Iblis akan mendatangi Bani Adam dari arah belakang mereka. Berkata ‘Abdullah Ibnu ‘Abbas ,”Maksudnya adalah aku akan jadikan Bani Adam itu agar sangat mencintai dengan dunia mereka”. Langkah ini hampir sama dengan langkah yang pertama. Kejelekan yang akan terjadi kalau Bani Adam sudah ragu dengan akhiratnya tentu mereka akan meninggalkan urusan akhiratnya. Begitu pula kalau Bani Adam sangat cinta dengan dunia, maka mereka pun meninggalkan urusan akhiratnya.

3. Langkah ketiga, Iblis akan mendatangi Bani Adam dari arah kanan mereka. Berkata Abdullah ibnu Mas’ud bahwa maksudnya adalah Iblis akan samarkan urusan agama mereka. Maksudnya, Iblis akan menjadikan agar Bani Adam ragu terhadap kebenaran, ragu terhadap Alquran, ragu terhadap kerasulan Muhammad SAW dan lain-lain. Lebih jauh lagi, Ibnu ‘Abbas mengatakan bahwa Iblis akan mendatangi dari arah kanan maksudnya adalah dari kebaikan-kebaikannya. Iblis akan membuat ragu dari amal kebaikan-kebaikannya.

4. Langkah keempat, Iblis akan datangi Bani Adam dari kiri mereka. Berkata Imam Al-Hasan Al-Bashri, “Maksudnya adalah Iblis akan datang dari sisi kejelekan-kejelekannya”. Iblis akan memerintahkan manusia untuk melakukan kejelekan, dan Iblis akan menghias-hiasi kejelekan-kejelekan ini agar nampak indah di mata manusia. Sehingga manusia mencintai kejelekan yang mereka lakukan, bahkan mereka bangga dengan kejelekan tersebut.

Hal ini dijelaskan oleh Abdullah ibnu ‘Abbas mengapa setan tidak menyatakan “Aku akan datangi bani Adam dari atas mereka”. Karena, setan mengetahui bahwa Allah SWT ada di atas mereka. ini bermaksud bahwa ketika Allah ingin menurunkan Rahmat-Nya kepada setiap hamba-Nya, maka tidak ada satu pun makhluk yang akan mampu untuk menghalangi Rahmat tersebut.

Oleh karena itu, hendaknya setiap manusia selalu meminta Rahmat serta petunjuk kepada Allah SWT.

Dan langkah Iblis untuk menghalangi umat manusia ke jalan yang lurus tersebut adalah dengan menawarkan berbagai macam jalan yang amat sangat berbahaya bagi umat manusia, sebagian besar umat manusia bahkan hampir tidak dapat membedakan antara kebenaran dan kesalahan karena begitu halusnya cara iblis dalam menghasut manusia untuk menuju kesesatan.

Dan jalan-jalan berbahaya tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Godaan (an-nazgh)

Adalah waswas yang berbahaya, yang terkadang mengantarkan manusia pada keraguan dan kerusakan akidah. Allah SWT berfirman, Dan ketika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui ” (QS. Al-A’raf: 200).

2. Bisikan Setan (al-hamaz)

Adalah penguasaan setan atas diri manusia dengan membuatnya menjadi tidak sadar. Rasulullah saw. selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT seraya menjelaskan makna dari “godaan setan” tersebut dengan, “Sesuatu yang mematikan yang dapat menimpa Anak keturunan Adam.” Yakni, kondisi dimana manusia kesurupan saat jin masuk kedalam diri seseorang.

Terhadap bahaya yang satu ini, Allah SWT memperingatkan dalam firman-Nya yang berbunyi sebagai berikut, Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung pula kepada-Mu, wahai Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku” (QS. Al-Mu’minun: 97-98).

3. Tiupan (an-nafkh)

Adalah takabur dan pongah serta menyombongkan diri terhadap makhluk-makhluk Allah yang lainnya. Ini merupakan pintu yang sangat mudah dimasuki setan-setan kuat. Nabi saw., sebagaimana diriwayatkan oleh Ummu Salamah, selalu memohon perlindungan kepada Allah dari hal itu. Ummu Salamah mengatakan, “Apabila Rasulullah saw. bangun malam, beliau selalu berdoa, ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan yang terkutuk: dari bisikan, hembusan dan tiupannya.”‘ Dalam riwayat yang lain, para sahabat bertanya kepada Nabi saw., “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan bisikan, hembusan dan tiupan setan itu?” Nabi saw. menjawab, “Yang dimaksud dengan bisikan adalah sesuatu yang mematikan, yang bisa menimpa seseorang. Sedangkan tiupannya adalah takabur, dan hembusannya adalah syair.”

4. Hembusan (an-nafts)

Adalah syair yang buruk, atau ucapan-ucapan kotor yang biasa digunakan oleh para sastrawan untuk membangkitkan naluri dan bukan emosi (keindahan). Dengan syair-syair tersebut mereka akan mengobarkan birahi, dan bukan menonjolkan keindahan dari isi syair.

5. Kehadiran Jin atau Setan (al-hudhur)

Adalah hadirnya setan dirumah-rumah yang dapat menghilangkan keberkahan dan menyebabkan malaikat tidak mau untuk datang. Lazimnya, hal ini tidak terjadi kecuali dengan adanya perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan syariat Allah, semisal menggantungkan gambar-gambar makhluk hidup, meletakkan patung-patung, memelihara anjing, minum khamr, menyelenggarakan pesta-pesta dansa, dan hal-hal yang sejenis itu yang lazimnya dilakukan di bawah selubung modernisasi.

6. Sentuhan Setan (al-mass)

Adalah bisikan setan yang sampai pada tingkat sangat berbahaya. Karena lazimnya, setan akan berusaha untuk menguasai diri seseorang secara amat buruk. Misalnya saja, jin mengeram dalam rahim seorang wanita dan menyetubuhinya, atau dia mengeram dalam perut atau dada seorang laki-laki.

Tentang hal ini Allah SWT mengungkapkan dengan firman-Nya yang berbunyi, ” Orang-orang yang makan riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila “ (QS. Al-Baqarah: 275).

7. Kesenangan Jin atau Setan (al-istimta’)

Adalah sesuatu yang di jelaskan Allah SWT melalui firman-Nya, Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpun mereka semuanya, (dan Allah berfirman), “Wahai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia, “ lalu berkatalah kawan-kawan mereka, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapat kesenangan dari sebagian yang lain, dan kami telah sampai pada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami. “ Allah berfirman, “Nerakalah tempat tinggalmu, dan kamu sekalian kekal di dalamnya” (QS. Al-An’am: 128).

8. Waswas (al-waswasah)

Adalah pendamping (Qarin) atau sahabat jahat manusia. Qarin ada secara nyata pada manusia, yang berusaha memperlihatkan kebatilan sebagai sesuatu yang indah, kejahatan dan dosa sebagai sesuatu yang menarik untuk dikerjakan.

Jika jin atau setan tidak memperoleh izin dari Anda (untuk melakukan kemaksiatan), maka dia mendatangi pendamping jahat (Qarin) Anda. Dia adalah pelaksana yang baik untuk membujuk Anda, atau bahkan orang selain Anda, yang sedang berada dalam kebenaran. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu” (QS. Al-An’am: 121).
(al-‘uzz).

9. Hasutan

Sebagaimana yang telah difirmankan Allah, bahwa setan atau jin selalu menghasut orang-orang kafir. Allah SWT berfirman, “Tidakkah kamu lihat bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasut mereka agar berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh” (QS. Maryam: 83).

Karena itu hendaknya tidak ada di antara kita yang mengatakan, sebagaimana yang pernah diucapkan para ulama’ dan bukan oleh orang-orang awam, bahwa kekafiran itu tidak ada setannya. Sebab, diri mereka sendiri (orang-orang kafir) sudah cukup untuk menyebabkan kekafirannya. Tidak demikian. Sebab, nash di atas menegaskan bahwa setan-setan pun menghasut orang-orang kafir. Mereka (setan-setan) mengobarkan rasa benci terhadap Islam dan kaum Muslimin, menghalalkan pelecehan hal-hal yang disucikan, membolehkan penumpahan darah, dan merampas harta-harta mereka. (at-tanazzul).

10. Turunnya Setan 

Adalah sejenis kedatangan setan yang sangat mengagumkan. la bisa terjadi pada seorang Muslim atau kafir. Dalam nisbatnya dengan seorang kafir, hal itu sudah merupakan, sesuatu yang biasa. Akan tetapi dalam hubungannya dengan seorang Muslim, maka hal itu terjadi saat dia lalai dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran agamanya, dan senang melakukan kebohongan dan kesesatan. Atau, mengucapkan kalimat-kalimat yang mendorong terjadinya kekafiran dan penentangan terhadap Allah dan peraturan-peraturan-Nya.

Allah SWT berfirman, “Maukah kamu sekalian Aku beritahu tentang orang-orang yang kepada mereka setan-setan turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta dan orang yang banyak berdosa” (QS. Asy-Syu’ara : 221-222).

11. Mengobarkan Nafsu Syahwat (al-istihwa)

Adalah pengaruh setan dalam diri manusia yang di situ setan akan mendorong manusia untuk memperturutkan nafsu dan syahwatnya. Allah SWT berfirman, “Seperti orang yang telah disesatkan setan di bumi ini dalam keadaan bingung. Dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), “Marilah, ikuti kami” (QS. Al-An’am: 71).

12. Lupa (ath-tha’if)

Adalah sejenis waswas yang gelap dan menyihir, semisal tiba-tiba saja hati Anda ingin melakukan perbuatan buruk, atau lupa jumlah rakaat ketika Anda melakukan shalat. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, bila mereka ditimpa was was (tha’if) dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya” (QS. AI-A’raf. 201).

Keturunan Azazil, Lucifer atau Iblis

Azazil / Lucifer / Iblis atau merupakan golongan penghasut ini mempunyai keturunan. Zaid bin Mujahid mengatakan iblis mempunyai awalnya 5 anak (sebagian mengatakan 7 ekor anak) dimana mereka ini mempunyai tugas jahat yang berbeda. Setiap dari mereka telah melahirkan keturunan yang lain hasil dari perbuatan zina antara mereka dan syaitan-syaitan betina yang lain. Kelompok anak-anaknya adalah :

1. Kelompok Tsabr : tugasnya adalah menggoda manusia berbuat maksiat ketika manusia sedang dalam kesusahan dan berada dalam kesedihan.Ketika manusia dalam kesusahan dan mendapat musibah, maka datanglah Tsabr dan kelompoknya membisik manusia agar melakukan segala kejahatan seperti berzina, bunuh diri, menghisap ganja, minum arak, berjudi supaya manusia itu terus kufur dan jangan kembali kepada Allah.

2. Kelompok A’war : tugasnya adalah menghasut manusia supaya mendekati zina dan terus melakukannya dengan apa cara apapun. A’war dan pengikutnya akan menggambarkan keenakan berzina dalam akal fikiran manusia dan mengobar-kobar kan nafsu syahwat.

3. Kelompok Miswath : tugasnya adalah menyampaikan berita dusta atau penipuan yang mampu menimbulkan kemarahan dan fitnah besar, agar manusia itu akan kocar-kacir, hilang pertimbangan dan saling tuduh menuduh sehinggakan menyebabkan pertempuran yang hebat dan dahsyat.

4. Kelompok Dasim : Tugasnya adalah menyebarkan sifat emosi yang keterlaluan, mudah marah, dan permusuhan.selalu dalam dalama rumah tangga dasim akan mencoba meruntuhkan institusi kekeluargaan.

5. Kelompok Zaknabur : Tugasnya adalah memastikan dunia ekonomi dan perniagaan akan tergugat.menghasut para pedagang agar sentiasa tamak dalam memperoleh keuntungan, kecurangan dan penipuan dalam muamalah (perhubungan). Memastikan pengurangan dalam timbangan dan takaran, kelumpuhan ekonomi melalui sistem inflasi.serta merupakan mengajak manusia dalam melakukan riba (bunga perniagaan).

6. Kelompok Khanzab Menghalangi umat Islam dalam melakukan sholat,menggangu umat Islam dalam melakukan sholat (sembahyang).serta mencari jalan agar dapat menyebabkan manusia tidak akan dapat menyembah Allah dan mengelakkan sehingga lupa sembahyang / sholat.

7. Kelompok Walhan : Menggangu umat Islam agar sentiasa was-was dalam berwudhu (bersuci sebelum melakukan sembahyang). ini akan menyebabkan umat Islam tidak sah dalam solatnya.Wudu merupakan kepentingan yang amat perlu dititikberatkan sewaktu beribadah kepada Allah. Walhan juga, menyebabkan manusia agar sentiasa boros dalam menggunakan sesuatu, menggunakan harta untuk tidak maslahat atau maksiat (uang dan Kebendaan).

Jadi diingatkan agar manusia sentiasa ingatlah bahawa syaitan merupakan musuh utama yang amat perlu dielakkan. Allah SWT sama sekali melarang untuk hambanya mengikut taghut(perkara yang melampaui batas seperti menyembah selain Allah) dan menjadikan syaitan sebagai idola dalam aktiviti seharian.

Syaitan untuk Menggangu Manusia Dengan :

1. Mancung / Paruh Syaitan membuatkan manusia Lupa Sabda Muhammad Rasullullah :”Sesungguhnya syaitan itu meletakkan muncungnya diatas hati anak Adam,maka jika manusia ingat kepada Allah,maka mundurlah ia dan jika manusia itu lupa kepada Allah, dipatuklah hatinya”(Hadis Riwayat Ibnu Jauzi)

2. Syaitan Menangis Rasullullah bersabda : “Apabila anak Adam membaca Surah Assajadah, lalu ia sujud, nescaya menyingkirlah syaitan sambil menangis dengan meratap : “Ah…Celakalah aku. Anak Adam disuruh sujud lalu ia sujud maka ia mendapat syurga, tetapi aku disuruh sujud maka membangkang, maka aku mendapat neraka” (Hadis Riwayat Ahmad, Muslim,I bnu Majah)

3. Syaitan Kencing Dari Ibnu Masud dia berkata : Diceritakan (Allah) kepada Nabi Muhammad SAW tentang seseorang lelaki yang tidur hingga Subuh (waktu Fajar Pagi), sabda Rosul : “Itulah orang lelaki yang dikencingi oleh syaitan pada kedua telinganya” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)(As-Syaikhan)

4, Syaitan Tertawa (ketawa) Nabi bersabda bermaksud:”Apabila menguap salah seorang kamu dalam solat,maka hendaklah ia tutup mulutnya sedapat mungkinbdan jangan ia mengucap “Ahhh…”,kerana sesungguhnya yang demikian itu dari syaitan dan ia tertawa kerananya.”(Hadis Riwayat Bukhari).

5 Syaitan mempunyai rambut dan janggut yang kusut “Dari Atha bin Yasr dia berkata:Telah datangnya lelaki kepada Rasullullah SAW dalam keadaan kusut rambut dan janggutnya,vmaka Rasullullah memberi isyarat kepada lelaki itu,vseakan-akan disuruhnya membereskanva (meluruskan) rambut dan janggutnya. Maka orang itu mengerjakannya, kemudian ia kembali. Maka Rasullullah SAW bersabda :”Bukankah ini lebih baik darpada seseorang yang datang dengan kusut rambutnya seperti syaitan.” (Hadis Riwayat Malik)

6. Syaitan menyilangkan (mematah-matahkan) jari tangan : Nabi Muhammad bersabda (memberitahu) : Apabila salah seorang kamu berada di dalam masjid, maka janganlah sesekali menyilangkan (mematah-matahkan) jari tangan, karena menyilangkan jari-jari tangan itu dari syaitan. Dan seorang kamu tetap dalam pahala solat selama ia berada di dalam masjid(mosque) sehingga ia keluar darinya.” (Hadis Riwayat Ahmad).

7. Syaitan masuk dalam aliran darah manusia : Sabda Rasullullah SAW bermaksud : “Sesungguhnya syaitan itu berjalan dalam diri manusia mengikuti pejalanan darah. Oleh sebab itu, aku takut syaitan melontarkan sesuatu tuduhan atau satu kejahatan dalam hatimu” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

8. Syaitan takut orang yang solat berjemaah : Sabda Nabi Muhammad yang bermaksud:” Jika ada tiga orang di desa atau digunung yang tidak menunaikan solat berjamaah, niscaya mereka dikusai oleh syaitan. Oleh sebab itu, hendaklah kamu berjamaah karena sesungguhnya serigala tidak akan memakan kambing melainkan yang terpisah sendiri dari rombongan” (Hadis Riwayat Abu Daud).

9. Hentakan kaki syaitan menyebabkan wanita istihadhah (mengeluarkan darah haid secara berlebihan walaupun dalam keadaan sehat). Dari Amnah binti Jahsy bahawa ia keluar darah banyak dan deras(mengalir-ngalir) dari kemaluannya(darah istihadhah),lalu ditutup dengan kapas masih juga keluar dan ditutup dengan kain masih juga keluar.Rasullullah bersabda:”Sesungguhnya darah yang keluar deras itu adalah salah satu hentakan kaki dari hentakan-hentakan kaki syaitan.”(Hadis Riwayat Ahmad,Abi Daud dan Tirmidzi)

nota :Kini bagi merawat masalah tersebut dari terus menerus yang boleh menyebabkan mudarat jika terus dibiarkan kaedah perawatan islam diperkenalkan dengan menggunakan bahan-bahan berteraskan alam semula jadi dan menggunakan ayat-ayat tertentu. Teknologi perubatan moden pun telah dapat merawati masalah itu itu dan terus berlaku.

10. Syaitan menghadang di saf solat. Sabda Rasullullah : “Apabila salah seorang kamu solat (sembahyang dengan memakai batas(Sutroh)(penghadang), lalu ada orang yang melintas dhadapannya (dalam kawasan solat,dibawah penghadang) maka hendaklah ia menghalanginya. Tetapi jika orang itu enggan (dalam keadaan curiga,melintasi dengan sengaja berulang kali) maka boleh orang itu diperangi (usir atau dibunuh), karena dia itu tidak lain adalah syaitan”. (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Rasullullah SAW menangkap dan mencekik syaitan : “Ketika Nabi SAW akan melakukan sholat, lalu datang kepadanya syaitan hendak memutuskan solatnya. Maka Nabi Muhammad SAW menangkapnya (syaitan itu) lalu mencekiknya sehingga keluar air liurnya diatas tangannya(Nabi).” (Diceritakan oleh Ibnu Qoyyim)

11. Syaitan kentut. “Apabila diseru untuk melakukan solat (laungan azan), maka mundurlah syaitan sampai terkentut sehingga ia tidak mendengarkan azan, maka selesai azan ia kembali lagi. Dan apabila akan berdiri solat (laungan iqamah), ia mundur lagi dan apabila selesai iqamah, ia datang kembali”(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

12. Syaitan menyelip disaf solat yang renggang. Sabda Muhammad Rasullullah :”Luruskan saf-safmu, rapatkan bahu-bahumu (dalam solat) dan berlaku lembutlah terhadap tangan-tangan saudaramu dan tutuplah tempat-tempat renggang karena seungguhnya syaitan masuk (menyelitkan diri) pada celah-celahmu, bagaikan anak kambing yang menyelip di celah-celah induknya.”(Hadis Riwayat Ahmad dan Thabrany)

13. Syaitan menghalangi sholat khusu. (menyempurnakan sembahyang). “Dari Aisyah berkata : Aku pernah bertanya kepada Rasullullah SAW tentang menengok dalam sholat (melihat-lihat kemana-mana arah tanpa perlu) maka sabda Nabi Muhammad SAW : “Itu adalah curian cepat yang dicuri syaitan dari hamba-Nya (Allah)” (Hadis Riwayat Bukhari,Ahmad,An-Nasai dan Abu Daud) (Hadits Sahih)

Sabda Rasullullah lagi yang bermaksud : “Akan datang syaitan pada seseorang kamu dalam solatnya, lalu syaitan mengingatkan kepadanya, keperluan begini dan begitu. Maka janganlah ia menurutinya. Dan syaitan datang pula pada waktu tidurnya, maka syaitan memberikan berita mimpi buruk padanya, maka janganlah diikutinya (mempercayainya)”. (Hadits Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi)

12. Syaitan membuat mimpi buruk. Muhammad Rasullullah SAW bersada yang bermaksud :”Apabila seseorang kamu bermimpi yang tidak disukai (mimpi buruk), maka hendaklan ia meludah kesebelah kiri tga kali dan hendaklah membaca :

A’uzubillah hi minasyaitan nir rajim maksudnya :”Aku berlindung kepada Allah daripada syaitan yang terkutuk”.

Dan hendaklah ia pindah dari lambungnya ketika hendak tidur yang ia sedang ada diatasnya”.(Hadits Riwayat Muslim,Abu Daud,An-Nasai dan Ibnu Majah).

13. Syaitan mencelak mata. syaitan akan mencelak mata para pendengar ceramah agama atau khutbah supaya para pendengar akan tertidur dan lekas tidak menghayati apa-apa yang dikatakan oleh penceramah.

14. Syaitan mengincu bibir. syaitan akan mengicu bibir para pendengar ceramah supaya dapat berbual-bual dengan temannya dan dapat mengeluar kata-kata gunjingan.

15. Syaitan akan mengetuk para pendengar ceramah dengan tongkatnya agar dapat membuat bising dan tidak akan duduk diam, disamping membuat kacau dan kekalutan.

Banyak lagi propaganda yang telah dilakukan oleh syaitan untuk menyesatkan manusia supaya tidak dapat manusia itu berpaut kembali kepada tali aqidah dan ajaran Allah yang lurus, tulus dan benar. Manusia diingatkan agar behati-hati menjalani kehidupan ini agar tidak terpedaya dengan bujuk rayu syaitan. Untuk mengetahui sesuatu itu datang dari syaitan atau pun tidak, seseorang akan mendengar dari dalam dirinya sebuah tuduhan / spekulasi tentang sama ada tentang amalannya, hatinya, kejadian ataupun amalan jariahnya terhadap orang lain.

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thoghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah. (An – Nisaa’ : 76)

Tujuan Allah menciptakan syaitan adalah untuk menguji tahap keimanan manusia itu kepada Allah. Siapa yang terperdaya dengan ajakan syaitan Allah akan membalas dengan azab sensara yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan apabila orang yang berbuat baik dan menhindari ajakan syaitan, Allah akan memberikan penghargaan yang tidak ternilai dan dibalas dengan kehidupan di syurga.

Allah tidak akan menguji manusia itu dengan berlebih-lebihan daripada kemampuan orang itu. Syaitan merupakan salah satu bencana kepada orang yang ingkar karena mereka yang terus mengikuti syaitan selagi mereka tidak mendapat restu dan hidayah dari Allah.

Tidak ada yang dapat memberikan hidayah kepada siapapun, apalagi kepada manusia-manusia setan, untuk kembali menjadi manusia sejati dengan tobatnya, selain Allah SWT. Namun, tentu saja, sebaik-baik pengikut Rasulullah SAW adalah yang mampu bertahan, mendakwahi mereka dan dapat menjadi penyebab kembalinya manusia-manusia setan ini menjadi manusia sejati. Jika tidak kedua-duanya, maka tunggu saja waktunya kita menjadi bagian dari manusia-manusia setan ini.

Oleh: Rakhmad Zailani Kiki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here