Setan Akan Menjerumuskan Manusia Bodoh dengan Perbuatan dan Manusia Pintar dengan Pikiran

0
29

Setan Akan Menjerumuskan Manusia Bodoh dengan Perbuatan dan Manusia Pintar dengan Pikiran dan juga pernyataan.

Permusuhan antara setan dengan manusia memiliki akar sejarah yang sangat panjang yaitu bermula ketika Allah membentuk tubuh Nabi Adam dari tanah liat yang kering.

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. (QS. Al Hijr (15) : 26).

Kemudian dibentuk lagi menjadi bentuk  yang disempurnakan,

“Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah”. (QS. As Sajdah (32) : 7).

Setelah itu Allah meniupkan ruh kedalam jasad Nabi Adam, sehingga terciptalah Adam kemudian Allah memerintahkan kepada para malaikat untuk sujud kepada Nabi Adam, saat itu iblis dan malaikat yang ada di langit masih sama-sama beribadah kepada Allah dan perintah ini berlaku untuk mereka semua, namun iblis enggan untuk bersujud karena merasa derajatnya lebih tinggi dibandingkan Nabi Adam ‘Alaihissalaam, karena dia diciptakan dari api. Kemudian ia berkata :

قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ ۖ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِيْنٍ

“Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah” (QS. Shad : 76)

Cara setan menjerumuskan manusia bodoh dan manusia pintarAkhirnya karena kesombongannya tersebut, kemudian Allah mengusirnya dari surga yang kekal. Namun sebelum diusir, setan meminta kepada Allah agar dibiarkan tetap hidup sampai hari kiamat dan Allah pun mengabulkan permintaan tersebut. Dan karena merasa sakit hati kepada adam setanpun berjanji pada dirinya bahwa ia akan menyesatkan manusia dan memperdaya mereka, Allah Ta’ala berfirman :

قالَ أَنظِرني إِلىٰ يَومِ يُبعَثونَ . قالَ إِنَّكَ مِنَ المُنظَرينَ .

“Iblis berkata. ‘Tangguhkanlah aku hingga waktu mereka dibangkitkan.’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya engkau termasuk makhluk yang ditangguhkan. ‘” (Q.S Al-‘Araf: 14-16).

Dari sinilah awal mula permusuhan setan dengan manusia yang tidak akan pernah berubah dan tidak pernah berhenti, karena setan menilai alasan dia diusir, dilaknat dan dikeluarkan dari surga adalah karena Nabi Adam.

Sehingga ia akan membalas dendam kepada Nabi Adam dan seluruh keturunan setelahnya.

Dan langkah setan dalam menyesatkan manusia tidak terhitung, seberapa banyak bentuk dan karakter manusia, dan seberapa banyak jumlah manusia maka sebanyak itu pula setan menggunakan triknya untuk menyesatkan umat manusia diseluruh dunia.

Sebagai gambaran yang paling sederhana yaitu layaknya binatang buruan, sebagaimana binatang apa yang akan buru, tentu cara untuk menangkapnya dapat perhitungkan.
Sebagai contoh menangkap ikan, tidak selamanya harus menggunakan pancing, bisa saja menggunakan jala atau pukat, kemudian menangkap tikus bisa menggunakan lem tikus ataupun perangkap tikus.

Kesimpulannya semua jenis perangkap atau alat untuk menangkap hewan buruan sangat bergantung pada hewan apa yang akan diburu tersebut. Begitu pula dengan setan, setan akan menyiapkan perangkap-perangkap sederhana untuk orang yang bodoh, tidak perlu menggunakan cara yang terlalu rumit, karena dengan keterbatasan “otak” manusia yang “bodoh”, maka perangkap yang setan buat pun lebih sederhana.

Dapat di katakan hampir semua penyesatan atau perangkap setan untuk orang yang bodoh itu kasat mata, seperti contoh mencuri, mabuk, berzina dan lain-lain, yang sifatnya merugikan orang lain secara sepihak baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sederhananya, setan hanya akan mengirimkan prajurit-prajurit bawahan untuk menggoda manusia yang bodoh, (pen). Lalu bagaimana cara setan memasang perangkap duntuk orang pintar yang mempunyai ilmu pengetahuan banyak dan juga mempunyai pengaruh yang luas?

Dalam hal ini setan pun tidak sembarangan untuk menggunakan trik dan juga strateginya, termasuk mengirim pasukan untuk menggoda orang pintar tersebut minimal setan mengirim perwira menengah atau perwira tinggi, sehingga tingkat keahlian dalam menggoda dan mempengaruhinya lebih ahli dan lebih halus lagi.

Trik ini biasanya tidak kasat mata, namun akan memiliki dampak yang sangat luas dan dahsyat. Setan akan memberikan bisikan-bisikan halus, sebagai contoh seperti ungkapan : “bahwa di kampung ini tidak ada orang yang lebih pintar dari kamu, jadi kamu nggak perlu dengerin pendapat orang lain”, sedikit tapi sangat mematikan.

Kemudian setan juga akan hembuskan ujub di hati para orang yang berilmu, orang lain tidak akan tahu, namun seluruh amal perbuatan tersebut menjadi sirna hitungan amal/pahalanya. Kalau di dalam hati, siapa yang tahu? Bahwa apa yang dia perbuat, ternyata bukan karena mengharapkan kebaikan dan ganjaran dari Allah SWT, dan semua itu hanya akan menambah kesombongan di dalam dirinya.

Permainan yang tersembunyi di dalam hati, hanya dia dan Allah yang tahu, siapa yang tahu apakah suatu perbuatan betul-betul dilandasi karena Allah atau bukan karena Allah. Masalahnya sangat sederhana, namun akan meruntuhkan semua bangunan pahala yang ada yang telah dilakukannya tersebut, menjadi tidak bernilai sama sekali.

Dan jika hal itu sudah sering sekali terjadi, mungkin juga akan sedikit keluar dalam bentuk pernyataan, yaitu bahwa semua orang salah, semua orang tidak memahami sudut pandangnya, semua orang terlalu bodoh untuk memahami apa yang ia pahami.

Itu artinya setan telah membalikkan hatinya, dan setan telah menghiasi hati dan juga otaknya tersebut dengan “memandang indah apa yang dia pikir”,

Sebagaimana Firman Allah,

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (QS. Al An’am: 112).

dan akhirnya kesombongan pun menghiasi dirinya, bukankah sifat sombong adalah syirik kecil, dan setiap perbuatan syirik tidak akan diampuni oleh Allah SWT.

Memang, mungkin kita tidak melihat langsung bahwa setan membisikan atau menghasut ditelinga kita, akan tetapi setan akan membisikan pada hati setiap manusia

Ingat, manusia tidak dapat melihat jin atau setan dengan kasat mata. Namun, mereka dapat melihat manusia. Allah Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya dia (setan) dan anak keturunan dari bangsanya dapat melihat kalian sementara kalian tidak dapat melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu sebagai pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. [al-A‘râf/7:27].

Maukah kalian dipimpin oleh setan dan jin yang jelas-jelas membangkang pada perintah Allah?

Jadi, intinya kesalahan karena pengaruh setan untuk orang yang bodoh hanya akan berdampak pada dirinya dan lingkungan yang kecil, sementara kesalahan karena pengaruh setan bagi orang pintar akan mempunyai dampak yang sangat luas, bukan hanya untuk keluarga, namun juga masyarakat luas.

Jadi sobat, mari kita selalu berdoa kepada Allah SWT sebagaimana yang tercantum di dalam Al-Quran

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk”

atau:

أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، مِنْ هَـمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

“Aku berlindung kepada Allah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui dari gangguan syaitan yang terkutuk, dari kegilaannya, kesombongannya dan syairnya yang tercela”

baca juga 10 dosa yang akan menghalangi rezeki kita

Semoga Allah menolong kita semua, Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here