Janganlah Kalian Melampaui Batas

0
57

Janganlah Kalian Melampaui Batas

Sobat, mungkin kita sering menjumpai disekitar kita orang-orang yang memiliki gaya hidup yang mewah dan sering menunjukan diri agar mereka terlihat dan digolongkan sebagai manusia kalangan atas atau elite.

Namun perlu kita ketahui bahwasanya semua yang terjadi pada kehidupan manusia sudah tercantum dalam kitab-kitab Allah.

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas.” (QS. al-Alaq : 6)

Sahabat, mungkin tanpa disadari oleh kita, kita sering melakukan sesuatu yang melampaui batas, dan parahnya lagi tidak sedikit orang-orang yang justru berbangga diri dengan perbuatan melampaui batas yang dilakukannya tersebut.

Kita bisa melihat aksi pamer yang dilakukan oleh beberapa selebritis maupun para pejabat, mulai dari pamer koleksi sepatu dengan harga puluhan juta Rupiah, yang mungkin jika disedekahkan mampu meringankan beban ribuan dhuafa diluar sana.

Ada juga yang memamerkan koleksi tas dan mobil mewah dengan kisaran harga mencapai Milyaran rupiah. Bahkan tidak sedikit pula orang yang mengcupture tagihan bill sekali makan di restoran mewah hingga mencapai delapan puluh juta Rupiah sekali makan.

Sahabat, ketahuilah Sungguh Allah telah dengan tegas menyatakan bahwa Ia tak menyukai orang-orang yang melampaui batas, oleh sebab itu tak ada alasan bagi kita untuk mempertahankan gaya hidup berlebihan, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al A`raaf : 31)

Beberapa bentuk tindakan melampaui batas yang perlu kita hindari, di antaranya yaitu:

1. Berlebihan dalam  Berpakaian

Sahabat, ingatlah bahwasanya Al-Qur’an telah mengingatkan kita,
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al A`raaf : 31)

Kita sebagai manusia diperbolehkan mengenakan pakaian yang bagus, bersih, menyenangkan enak dipandang mata, namun tidak diperkenankan berlebih-lebihan atas pakaian yang kita gunakan.

Janganlah berlebihan seperti contoh berpakaian diluar kepantasan (memperlihatkan aurat), berpakaian yang terlampau mewah penuh dengan perhiasan pernak-pernik lainya dengan maksud agar terlihat mewah.

2. Jangan berlebihan dalam makan dan minum

Sahabat, selain berpakaian yang berlebihan Allah juga tidak menyukai orang yang dalam makan dan minum serba berlebihan,

“Tidak ada yang lebih jelek dari satu bejana yang diisi penuh oleh anak cucu Adam selain dari perut, cukuplah bagi anak cucu Adam makanan yang akan menegakkan sulbinya, kalau seandainya mau tidak mau memang harus diisi, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas” (“Sunan at Tirmidziy” (2380) berkata al Imam at Tirmidziy: hadist hasan shohih)

3. Berlebihan ketika Allah Mengujinya dengan Musibah dan Bencana

Salah satu cara Allah menguji hamba-Nya adalah dengan memberinya musibah dalam hidupnya, musibah tersebut dapat berupa apa saja, seperti sakit, kecelakaan, kesulitan ekonomi dan lain sebagainya.

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Yunus : 12)

4. Jangan Berlebihan dalam Hal beribadah atau beragama

Sering sekali terjadi disekitar kita, sikap berlebihan dalam hal agama atau beribadah karena kurangnya keimanan dan ilmu pengetahuan.

Bahkan kita tidak diperkenankan berlebihan atau melampaui batas dalam beribadah, apalagi sampai memberatkan diri sendiri dengan ibadah-ibadah tambahan yang sebenarnya tidak diwajibkan namun kita sendiri yang mewajibkan diri kita.

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. (QS. al-Ma`idah:77)

“Janganlah kamu memberat-beratkan dirimu sendiri, sehingga Allah Azza wa Jalla akan memberatkan dirimu. Sesungguhnya suatu kaum telah memberatkan diri mereka, lalu Allah Azza wa Jalla memberatkan mereka. Sisa-sisa mereka masih dapat kamu saksikan dalam biara-biara dan rumah-rumah peribadatan, mereka mengada-adakan rahbaniyyah (ketuhanan/kerahiban) padahal Kami tidak mewajibkannya atas mereka. (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Silsilah Shahihah (3124))

Sahabatku sekalian, namun demikian Allah tidak akan pernah menutup pintu taubat untuk diri orang-orang yang melampaui batas tersebut, bahkan Allah tetap menyuruh kita untuk tidak berputus asa dari rahmat-Nya. Sungguh Allah Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya, sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar : 53)

Akhirnya sebagai penutup, marilah kita selalu melihat diri kita sendiri, marilah kita mulai berkaca apakah kita termasuk dari orang yang berlebihan tersebut?

Kalau memang demikian, ingatlah pintu taubat selalu terbuka untuk kita dan selagi masih ada kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri marilah kita kembali menjadi manusia yang seadanya, ingat apapun yang kita miliki semua adalah pemberian dari Allah SWT.

Semoga kita terlindungi dari sikap dan perbuatan berlebih-lebihan. (SH)

sumber : Dompet Dhuafa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here