Berkah Datang dari Keikhlasan

0
47

Berkah Datang dari Keikhlasan

Ikhlas, adalah satu kata yang mudah diucapkan oleh siapapun dan dimanapun. Kata ikhlas sering digunakan oleh seseorang dalam berbagai situasi atau keadaan.

Pengertian ikhlas sendiri menurut saya adalah rasa dimana kita sebagai manusia hidup untuk menyerahkan segala sesuatu nya kepada sang pencipta kehidupan yaitu Tuhan.

Menyerahkan segala nasib dan takdir hanya kepada Tuhan Semesta Alam, namun tetap menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya serta tetap berikhtiar dan berusaha sesuai dengan kemampuan dan kewajiban kita sebagai umat manusia.

Namun dalam kenyataannya tidaklah semudah yang kita ucapkan. Terkadang manusia dapat berucap kata ikhlas dan menasehati manusia lain untuk senantiasa menanamkan rasa ikhlas dalam kehidupan akan tetapi apakah dia sendiri sudah benar-benar bisa memiliki ikhlas tersebut? jawabannya belum tentu.

Setiap manusia memiliki kemampuan dan tingkat kecerdasan serta daya pikir yang berbeda-beda, tidak dapat disamakan dengan manusia yang lainnya.

Begitu juga dengan tingkat keimanan atau ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun perlu diingat kita sebagai manusia adalah memiliki derajat yang sama di mata Tuhan, manusia telah dibekali akal dan pikiran itulah sebabnya manusia derajatnya lebih tinggi dibandingkan dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya.

Setiap manusia memiliki kemapuan untuk berpikir serta sama-sama memiliki kemampuan untuk memiliki rasa ikhlas dalam diri masing-masing.

Yang membedakan adalah tingkat kemauan untuk belajar ikhlas.

Semua manusia mampu untuk memiliki rasa ikhlas namun tidak semua mampu untuk mengamalkannya.

Sobat, saya ingin bercerita sedikit.

Ada sebuah kisah dimana ini dapat kita jadikan pelajaran hidup tentang arti dari keikhlasan.

Berawal dari pengalaman temen saya yang saat itu seang dalam keadaan terlilit hutang, teman saya ini sudah berumah tangga dan memiliki 3 orang anak. Kesehariannya adalah sebagai penjual sate di alun-alun kota tempat saya tinggal.

Pada suatu ketika dia datang kerumah saya bermaksud untuk bermain karena memang kami sudah agak jarang bertemu, kemudian saya mempersilahkan dia untuk duduk lalu saya juga membikinkan dia secangkir kopi, dan kamipun kemudian ngobrol dan bercanda sambil ngopi bareng.

Setelah kurang lebih satu jam kami ngobrol, kemudian dia mulai menunjukan raut muka yang sedih, saya pun kemudian bertanya dalam hati, saya berpikir apa tadi saya becanda saya menyinggung perasaan dia. Lalu saya pun bertanya ” ada apa bro kok kelihatannya kaya lagi mikir sesuatu?”

Kemudian dia menjawab “iya bro, saya lagi bingung”.

Saya pun kembali bertanya ” bingung kenapa, ada masalah apa memangnya?”

Dia menjawab “begini bro, saya kan sebenarnya lagi mikir cara ngembaliin utang”.

Sayapun bertanya lagi “utang sama siapa, berapa memangnya?’

Dia menjawab ” utang sama juragan durian, 5juta besok harus dikembalikan sedangkan saya sekarang baru punya uang satu juta, saya bingung nyari 4 juta lagi”.

Saya pun bertanya lagi” memang kamu pinjam segitu buat apa”

Dia ” untuk biaya waktu istri aku melahirkan minggu lalu, dirumah sakit dan untuk biaya perbaikan gerobak sate”.

Saya terdiam, dalam hati kecil saya berpikir (kasian dia, kalau saja saya ada uang pasti saya bantu).

Diapun berkata lagi ” barang kali kamu ada simpanan uang bro, minta tolong saya pinjam dulu, nanti kalau dagangan saya laris ngembaliinnya saya cicil”.

Saya pun menjawab ” waduh bro, mohon maaf banget bukannya saya tidak mau meminjamkan tapi sungguh saya jg lagi tidak ada uang segitu, saya cuma ada uang 500 ribu ini juga punya istri saya kalau mau silahkan dipakai dulu nanti gampang saya ngomong sama istri saya”

Dia menjawab ” kalau punya istri jangan lah bro, takutnya mau dipakai”

Saya jawab ” ngga bro pakai saja, tadi sebenarnya ini sama istri suruh di tabungin ke ATM tapi saya belum sempat ke BANK, ini pakai saya (saya pun menaruh uang tersebut ketangannya”.

Tampak jelas olehku mukanya sangat senang dan kelopak matanya sedikit berkaca-kaca.

Kemudian dia berkata “wah terima kasih banget ya bro, semoga Allah membalas kebaikan kamu, insyaAllah secepatnya kalau ada rejeki saya kembalikan”

Sayapun menjawab ” iya bro santai saja”.

Tak lama kemudian diapun pamit dan bilang kalau mau mencari tambahan lagi untuk menggenapi 4 juta.

Dua hari berikutnya temen saya tersebut datang lagi kerumah saya dan bercerita bahwa dia sudah melunasi hutang yang 5 juta dan mau mengembalikan uang yg dia pinjam pada saya.

Sontak saya kaget cepat sekali dia mengembalikan uang tersebut. Kemudian dengan rasa penasaran , sayapun kembali bertanya” loh udah ada duitnya bro”

Dia menjawab” iya bro Alhamdulillah ada rejeki”

Karena penasaran, sayapun bertanya lagi ” rejeki gimana nih, ceritakan bro”

Lalu diapun bercertita:

Bahwa sepulang dari tempatku dia pulang kerumah untuk menemui istrinya dengan niat ingin memberitahu bahwa sudah ada dapat pinjaman uang.

Selang beberapa menit ada tamu kerumahnya, dengan maksud untuk meminjam unang sejumlah 1,5 juta untuk biaya berobat orang tua dan saudaranya yang sedang kritis di rumah sakit. Karena merasa kasihan, dengan rasa ikhlas temen saya tersebut langsung saja memberikan uang 1,5 jt yang tujuannya mau digunakan untuk membayar hutang pada juragan durian pun masih kurang 3,5 juta.

Setelah sang tamu pergi temen saya dan isterinya pun mulai tambah bingung karena uang yang tadinya 1,5 juta dan belum lagi mencari tambahan 3,5 juta malah sekarang sudah dipinjamkan. Artinya mereka harus mencari lagi sejumlah 5 juta dalam waktu satu malam.

Ditengah kebingungan itu, tiba-tiba ada seseorang yang mengetok pintu rumah mereka. Lalu mereka membukakan pintu dan melihat sosok seorang layaknya boss besar dengan penampilan yang sangat berwibawa.

Kemudian mereka bertanya siapa dan ada maksud apa, orang tersebut menjelaskan bahwa dia ingin menawakan kerjasama untuk menjual sate dan siap memberikan modal untuk membuatkan warung makan sate untuk temen saya. Temen sayapun heran, usut punya usut ternyata sang penjual sate (temen saya) tersebut pernah menolong anak kecil yang menangis dan meminta sate didepan tempat temen saya berjualan dan kemudian temen saya memberikan sate kepada anak kecil tersebut tanpa meminta bayaran, dan ternyata orang yang datang kerumahnya merupakan anak yang pernah ditolon oleh temen saya tersebut.

Karena keikhlasan dia memberikan sate pada orang yang sedang membutuhkan tanpa meminta bayaran serta kebaikan hati temen saya tersebut sehingga anak yang dulu pernah ditolong merasa kagum dan berjanji untuk membuatkan rumah makan sate serta memberikan modal untuk membesarkan usaha satenya secara gratis. Subhanallah

Dari kisah ini kita dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga, bahwa saat kita memberi orang lain, saat kita membantu orang lain dengan ketulusan dan keikhlasan, Allah akan membalasnya lebih dari yang kita pikirkan.

Akhirnya Keberkahan Berawal Dari Keikhlasan.

baca juga Belajar Menghindari Pujian dan Popularitas

Semoga bermanfaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here